Tim PKM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Hadirkan Inovasi Teknologi Jamban Sehat untuk Cegah Stunting di Wilayah Pesisir Kabupaten Bintan

Dok. Diambil Pada (16/6), Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang Diketuai oleh Iwan Iskandar, M.KM., Saat Turun ke Lokasi Pemasangan Septic Tank PVC Biofilter yang Dirancang Khusus Dirumah Panggung Ketua RT Setempat, di Desa Sei Enam di Kawasan Pesisir, Senin (20/7)

Bintan – Keterbatasan akses sanitasi yang layak masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Kondisi rumah panggung yang berdiri di atas laut menyebabkan pembangunan septic tank konvensional sulit diterapkan, sehingga sebagian masyarakat masih membuang limbah domestik langsung ke laut.

Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang diketuai oleh Iwan Iskandar, M.KM., melaksanakan program “Inovasi Teknologi Jamban Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.”

Bacaan Lainnya

Sasar Desa Sei Enam Laut dengan Teknologi Septic Tank PVC Biofilter

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sei Enam Laut, Kelurahan Sei Enam, Kabupaten Bintan, dengan tujuan meningkatkan akses sanitasi layak melalui penerapan teknologi septic tank PVC biofilter yang dirancang khusus untuk rumah panggung di kawasan pesisir.

Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.

Fabrikasi dan Pemasangan Sesuai Karakteristik Pesisir

Tahapan kegiatan diawali dengan pabrikasi (fabrikasi) septic tank PVC biofilter pada tanggal 30 April hingga 1 Mei 2026. Proses perakitan dilakukan oleh Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang bersama tim teknis dan mahasiswa Program Studi Sanitasi.

Seluruh komponen dirakit secara bertahap mulai dari pemotongan pipa PVC, pemasangan sambungan, instalasi media biofilter, hingga uji kelayakan sebelum dibawa ke lokasi pemasangan.

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Iwan Iskandar, M.KM., teknologi septic tank PVC biofilter dikembangkan sebagai solusi yang sesuai dengan karakteristik rumah panggung di atas laut.

“Permukiman masyarakat di Desa Sei Enam Laut berada di atas laut sehingga tidak memungkinkan menggunakan septic tank beton seperti di daratan. Teknologi septic tank PVC biofilter menjadi alternatif yang lebih ringan, mudah dipasang, tahan terhadap kondisi pesisir, dan mampu mengolah limbah domestik sebelum dilepas ke lingkungan,” jelas Iwan.

Setelah proses pabrikasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan dudukan serta pemasangan septic tank PVC biofilter pada tanggal 20–25 Mei 2026. Seluruh proses pemasangan dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal pasang surut air laut, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan konstruksi dudukan septic tank tetap kuat pada tiang-tiang rumah panggung yang berada di atas perairan laut.

Pembangunan jamban sehat melibatkan masyarakat secara langsung melalui kegiatan gotong royong bersama tim pengabdi dan mahasiswa. Selain membangun fasilitas sanitasi, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara pemasangan, penggunaan, serta pemeliharaan septic tank PVC biofilter agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Edukasi Kesehatan dan Dukungan Lintas Sektor

Sebagai rangkaian akhir kegiatan, Tim PKM menyelenggarakan edukasi kesehatan pada tanggal 6 Juni 2026 yang bertempat di rumah Ketua RT setempat. Kegiatan diikuti oleh 30 orang masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Desa Sei Enam Laut dan didampingi oleh tenaga sanitasi Puskesmas Kijang.

Materi edukasi meliputi pentingnya sanitasi sehat, hubungan antara praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan kejadian stunting, serta tata cara penggunaan dan pemeliharaan jamban sehat berbasis septic tank PVC biofilter.

Kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari Lurah Sei Enam dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan yang bersama-sama mendorong peningkatan kualitas sanitasi masyarakat pesisir. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, puskesmas, mahasiswa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program.

Selama kegiatan edukasi berlangsung, peserta mengikuti penyuluhan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab. Tim juga melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi sehat dan pencegahan stunting. Selain itu, dilakukan monitoring awal terhadap penggunaan jamban sehat guna memastikan fasilitas yang telah dibangun dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Antusiasme Warga dan Harapan Replikasi

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran teknologi septic tank PVC biofilter memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan pilihan sanitasi karena kondisi rumah yang berada di atas laut.

Masyarakat juga menyampaikan komitmen untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Melalui program ini, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang berharap inovasi teknologi jamban sehat berbasis septic tank PVC biofilter dapat menjadi model yang dapat direplikasi pada permukiman rumah panggung di kawasan pesisir dan kepulauan lainnya.

Dengan meningkatnya akses terhadap sanitasi yang layak, diharapkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat semakin baik, praktik Buang Air Besar Sembarangan dapat berkurang, serta upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *