Anambas – Bupati Kepulauan Anambas *Aneng* didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sahtiar, melakukan audiensi dan koordinasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wamendagri menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Beberapa poin penting yang ditekankan yakni mewujudkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Selain itu juga mendorong inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta peningkatan kualitas perencanaan pembangunan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Kemendagri dalam kesempatan itu juga memaparkan hasil analisis fiskal daerah. Berdasarkan data, Kabupaten Kepulauan Anambas termasuk daerah dengan proporsi belanja pegawai yang cukup tinggi. Kondisi serupa juga dialami sejumlah daerah lain di Indonesia.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kemendagri akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencari solusi atas kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan belanja pegawai.
Beberapa alternatif yang akan dikaji antara lain kemungkinan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) dan bentuk dukungan kebijakan fiskal lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
Di sisi lain, Bupati Aneng memaparkan potensi strategis Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai wilayah terdepan Indonesia. Anambas memiliki kekayaan sumber daya kelautan, perikanan, serta pariwisata bahari berkelas dunia yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Potensi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aneng juga mengundang Wamendagri untuk hadir pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kehadiran pemerintah pusat diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme masyarakat di wilayah terluar.
Bupati Aneng menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan Wamendagri. Ia menegaskan, masukan tersebut akan menjadi landasan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kemandirian fiskal, dan mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kemandirian fiskal bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Pemkab Anambas berkomitmen menghadirkan terobosan untuk mengoptimalkan PAD melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
“Setiap pendapatan yang dihimpun harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan berkualitas, pelayanan publik yang lebih baik, dan peningkatan kesejahteraan. Arahan Bapak Wamendagri menjadi energi bagi kami untuk bergerak lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan memastikan Anambas tumbuh sebagai daerah yang mandiri, maju, dan berdaya saing,” tutup Bupati Aneng.(R.4z)






