Satukan Langkah Pasca Banjir, LSM Getuk Kepri dan Garang Aceh Tamiang Kawal Bantuan Pusat

Dua LSM dari Luar Daerah Getuk dan Garang Perkuat Sinergi Bangkitkan Semangat Perjuangan Daerah Dalam Bentuk Silaturahmi, Minggu Malam (21/6)

Aceh Tamiang – Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lintas daerah, Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Kepri dan Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang (Garang), menggelar silaturahmi untuk membangun kembali semangat perjuangan pasca bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan Kabupaten Aceh Tamiang pada 25 Desember 2025 lalu.

Pertemuan yang berlangsung di Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyuarakan kembali berbagai persoalan warga yang hingga kini masih dirasakan dampaknya, tepat setahun setelah bencana. Fokus utama pembahasan adalah perkembangan penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tahap 3 dan 4.

Bacaan Lainnya

Adapun bantuan yang menjadi objek pengawalan bersama mencakup jatah hidup (jadup), bantuan perabotan rumah tangga yang rusak, serta bantuan untuk rumah rusak ringan dan rumah rusak berat. LSM Garang menegaskan, masih banyak warga di Kota Kualasimpang, khususnya Desa Kota Lintang, yang belum tersentuh bantuan secara optimal dan layak mendapat perhatian pemerintah pusat.

Silaturahmi ini diinisiasi oleh Sekretaris LSM Getuk Kepri, Tengku Azhar, yang mengundang langsung Ketua LSM Garang, Ayi, untuk bersembang di tanah kelahirannya. Kepulangan Tengku ke Aceh Tamiang selain untuk berduka atas wafatnya abang kandung, juga dimanfaatkan untuk memantau langsung realisasi bantuan pusat di daerah asalnya.

“Saya pulang ke kampung halaman, selain karena berduka, juga sekaligus mencari informasi dan memantau bantuan pemerintah pusat ke Aceh Tamiang. Dampak banjir hingga kini masih sangat dirasakan masyarakat, dan ini tanggung jawab moral kita sebagai anak daerah untuk mengawalnya,” ujar Tengku di sela obrolan bersama Ketua LSM Garang dan sejumlah pemuda Desa Kota Lintang, Minggu malam (21/6)

Melihat kondisi riil di lapangan, Tengku Azhar memberikan dukungan penuh kepada LSM Garang agar tidak berhenti menggelorakan suara rakyat. Ia menekankan pentingnya semangat kedaerahan sebagai energi kolektif untuk mendorong percepatan pemulihan Aceh Tamiang, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan.

Lebih jauh, Tengku menyoroti dinamika generasi muda pasca bencana yang kini menghadapi tantangan ganda. Selain pemulihan lapangan pekerjaan yang hilang akibat banjir, ancaman bahaya narkoba juga kian nyata dan menggerogoti masa depan anak muda Aceh Tamiang. Menurutnya, kedua persoalan ini harus ditangani secara paralel.

“Banyak hal yang harus kita perbuat dan kita tuntaskan bersama. Kita tidak hanya bicara soal bantuan fisik, tapi juga harus bisa menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba. Ini darurat yang nyata di tengah masyarakat dan perlu kita perangi secara bersama-sama,” tegas Tengku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Garang Aceh Tamiang, Ayi, menyambut hangat uluran kolaborasi dari LSM Getuk Kepri. Ia menilai silaturahmi antar-anak daerah ini sangat strategis untuk memperkuat posisi tawar masyarakat Aceh Tamiang dalam menyuarakan kepentingannya ke pemerintah daerah hingga pusat.

“Kami LSM Garang berterima kasih sudah diundang besembang oleh Bang Tengku di Desa Kota Lintang. Sebagai sesama putra daerah kelahiran Aceh Tamiang, silaturahmi ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkolaborasi menyuarakan kepentingan masyarakat,” tutur Ayi.

Ayi menjelaskan, sejak berdiri pada 2019, LSM Garang konsisten turun langsung ke lapangan mendampingi warga terdampak banjir. Hampir dua tahun terakhir, pihaknya aktif menyuarakan aspirasi masyarakat melalui berbagai kanal media sosial. Meski belum memiliki akses langsung ke pemerintah pusat, Ayi memastikan LSM Garang akan selalu hadir di tingkat daerah.

Komitmen itu diwujudkan dengan terus menampung dan menyalurkan keluhan warga terkait carut-marut data penerima bantuan.

“Banyak hal yang terus kami perjuangkan. Kami turun langsung mendampingi masyarakat, menampung keluhan yang dirasakan agar aspirasi mereka bisa tersampaikan. Jangan sampai ada warga yang berhak tapi justru tidak terdata,” ucap Ayi saat dijamu di Warung Kopi Mabes Kotalintang.

Dalam diskusi yang juga dihadiri Sekretaris dan anggota LSM Garang, kedua belah pihak sepakat bahwa pencegahan harus menjadi prioritas selain penanganan. Untuk itu, sinergi antar-LSM ini akan diarahkan pada dua jalur: pertama, mengawal ketat distribusi bantuan pusat agar tepat sasaran. Kedua, membangun program edukasi dan pencegahan bahaya narkoba bagi generasi muda sebagai upaya penyelamatan jangka panjang.

Mengakhiri silaturahmi, kedua LSM lintas daerah ini mengabadikan pertemuan dengan foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bahwa perjuangan mengawal hajat hidup masyarakat Aceh Tamiang, memerangi narkoba, dan memastikan bantuan pusat turun secara adil tidak akan berhenti sampai masyarakat benar-benar pulih.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *