Ratusan Pelajar Anambas Adu Ketangkasan Gasing dan Batu Dokong, Medco E&P Hidupkan Kembali Permainan Rakyat

Tampak Bupati Anambas, Aneng dan Manajemen Medco E&P Begitu Meriahnya Bersama Perkumpulan Pusaka Madah Bertuah Siantan Saat Mengelar Fertival Permainan Rakyat, Selasa (15/9)

Anambas – Denting gasing dan adu ketangkasan batu dokong kembali menggema di Tarempa. Medco E&P Natuna Ltd./Medco E&P bersama Perkumpulan Pusaka Madah Bertuah Siantan menggelar Festival Permainan Rakyat di Tarempa, Kepulauan Anambas, Selasa (15/9/2026).

Festival ini diikuti ratusan pelajar dari 11 Sekolah Dasar (SD) sederajat dan 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat se-Kecamatan Siantan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Medco E&P di Kepulauan Anambas untuk mendukung pelestarian budaya lokal.

Bacaan Lainnya

Permainan tradisional gasing dan batu dokong dipilih sebagai ikon. Tidak hanya menjadi ajang lomba, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar tentang nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal yang terkandung dalam permainan rakyat Anambas.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten, Ketua GOW, Danlanal Tarempa, perwakilan Kapolres, perwakilan Kajari, sejumlah Kepala Dinas, Camat Siantan, Lurah Tarempa, serta manajemen Medco E&P.

Dalam sambutannya, Bupati Aneng memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.

“Gali sebanyak-banyaknya permainan rakyat yang ada di Anambas. Itu adalah identitas daerah yang perlu kita lestarikan. Terima kasih kepada Medco E&P Natuna atas kegiatan yang sangat bagus ini. Pemda Anambas sangat mendukung kegiatan seni dan budaya yang wajib kita lestarikan,” ujar Bupati Aneng.

Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, sekolah-sekolah, serta Perkumpulan Pusaka Madah Bertuah Siantan yang bersama-sama mendukung kegiatan ini. Kami berharap Festival Permainan Rakyat dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan bangga terhadap permainan serta warisan budaya daerahnya,” ungkap Leony.

Melalui festival ini, diharapkan permainan tradisional tidak hanya berhenti sebagai perlombaan, tetapi menjadi ruang pembelajaran budaya yang mempertemukan pelajar, sekolah, komunitas budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sehingga warisan budaya Anambas tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *