Krisis Air Minum di Teluk Mabay, 21 KK Antre Pakai Jerigen, Andalkan Pipa Lama dan Bantuan Tangki Pemkab

Pantauan Dilapangan, Tampak Warga Teluk Mabay RT.001, Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan Sedang Antri untuk Mendapatkan Air Kebutuhan Buat Minum dan Masak, Senin (14/9)

Anambas – Kebutuhan air minum menjadi persoalan utama warga Teluk Mabay, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan warga rela antre membawa jerigen dan ember untuk mendapatkan jatah air minum dari RT 001.

Krisis air minum ini memaksa warga mengatur pembagian secara bergilir agar semua kebagian secara adil.

Bacaan Lainnya

Air minum yang dibagikan berasal dari aliran pipa lama. Pipa tersebut menyalurkan air dari sumber di pegunungan Teluk Nyatok ke pemukiman warga antara Dusun dan Teluk Mabay.

“Air hidup mulai jam 8.00 pagi. Ini khusus untuk air minum warga. Airnya dialiri melalui pipa yang sudah terpasang sejak dulu,” ujar Ketua RT 001, Riduan, di lokasi pembagian, Senin (14/9).

Pembagian dilakukan 2 kali dalam sebulan. Untuk hari ini, jatah diberikan kepada 21 Kepala Keluarga
/KK di sekitar masjid dan wilayah terdekat. Sementara 23 KK lainnya akan mendapat giliran berikutnya.

Meski sudah diatur berdasarkan KK, antrean tetap panjang. Sempat terjadi sedikit selisih paham, namun langsung ditenangkan Pak RT agar pembagian tetap berjalan tertib dan merata.

“Pembagian dilakukan secara merata berdasarkan KK. Kali ini kami dahulukan warga sekitar masjid dulu. Giliran berikutnya untuk 23 KK di sebelah,” jelas Riduan.

Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga menggunakan bantuan dari Pemerintah Desa Pesisir Timur berupa 3 tong “Pingwin” yang ditempatkan di pinggir jalan masuk Teluk Mabay.

Warga berharap pemerintah daerah terus hadir membantu. Mereka mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas PUPRPKP yang rutin menurunkan mobil tangki setiap 2 hingga 3 hari sekali.

“Kami berharap dan berdoa agar permasalahan air ini bisa cepat teratasi. Terima kasih kepada Pemkab Anambas dan Pemdes Pesisir Timur yang sudah membantu,” ucap salah seorang warga.

“Ini khusus buat air minum yang betul-betul sangat dibutuhkan masyarakat,” tutup Iwan, RT yang membantu pembagian.

Akses air minum layak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, terutama di wilayah pesisir saat musim kemarau.(R.4z)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *