Anambas – Turnamen Futsal Piala AFK Kepulauan Anambas x Kute Hill 2026 resmi berakhir. Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menutup langsung kompetisi yang dipusatkan di Lapangan Futsal Kute Hill, Desa Payamaram, Kecamatan Kute Siantan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Penutupan ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan ratusan pemain usia dini, Raja Bayu menegaskan satu pesan keras: turnamen bola di Anambas sudah terlalu banyak, tapi pembinaan juara masih minim.
“Penyelenggaraan ini bukan hanya sekadar pertandingan. Harus menghasilkan output. Kalau hanya bertanding dan menang, tetapi tidak dibina, maka itu tidak akan pernah berhasil,” tegas Raja Bayu.
Wabup yang dikenal dekat dengan anak muda ini menyoroti fakta bahwa Anambas belum pernah meraih juara pertama bola/futsal di tingkat Provinsi Kepri. Padahal, antusiasme bola di setiap desa sangat tinggi.
“Kalau hanya sekadar mengikuti pertandingan, semua bisa. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membina anak-anak yang berprestasi dan punya potensi, agar kemampuan mereka bisa maksimal. Harapannya, kita bisa menang bukan hanya di kabupaten, tapi provinsi, bahkan nasional,” ujarnya.
Ia pun meminta kolaborasi nyata antara Pemda, KONI, dan AFK Kepulauan Anambas. Jangan sampai Piala AFK x Kute Hill hanya jadi agenda rutin tahunan tanpa melahirkan atlet.
Juara 1: MIS ABJ (menang 3-1 vs Tanjung 4 x Ikan Teri)
Juara 3: Tuna FC (menang 9-4 vs Tebang FC)
Juara 1: Kijang Laut (menang 6-2 vs SMAN 1 Siantan)
Juara 3: Putik (menang 4-1 vs Indrayumart)
Turnamen yang digelar setiap Sabtu-Minggu sejak 3 Oktober 2026 ini memang sengaja dibuat tidak mengganggu sekolah.
Ketua AFK Kepulauan Anambas, Rico Ardiansyah, mengamini pesan Wabup Raja Bayu. Baginya, turnamen bukan tujuan.
“Seberapa banyak pun kita adakan turnamen, kalau tidak ada hasil nyata bagi anak-anak kita, tentu tidak akan berdampak maksimal. Yang utama adalah pembinaan,” kata Rico.
Ia mengungkap bukti pembinaan itu sudah ada hasilnya. Tiga pemain muda asal Anambas berhasil lolos seleksi Tim Nasional Futsal Indonesia. Sebuah capaian yang menjadi motivasi bahwa dari lapangan kecil di Payamaram, mimpi besar ke tingkat nasional itu nyata.(R.4z)






