Tanjungpinang – Warga Kompleks Perumahan Permata Kharisma, RW 06 RT 03 dan RW 04, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, mengeluhkan kondisi drainase (parit) yang dinilai menyempit dan mengalami pendangkalan lumpur sepanjang kurang lebih 50 meter di depan Perumahan Ceruk Permata Residen, Jalan Raja Haji Fisabilillah Km 8 Atas, Tanjungpinang.
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya banjir yang menggenangi rumah warga pada Minggu siang (28/12), meskipun hujan yang turun tidak berlangsung lama.
Menurut warga, air dengan cepat meluap dari saluran drainase dan masuk ke kawasan permukiman Perumahan Griya Permata Kharisma RT 03 dan RT 04 RW 06. Mereka menilai fungsi drainase sudah tidak optimal akibat penyempitan dan pendangkalan, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan, terutama saat hujan deras berbarengan dengan pasang air laut.
Salah seorang warga Griya Permata Kharisma sekaligus tokoh masyarakat Kota Tanjungpinang, Jusri Sabri, mengatakan rumahnya turut terdampak banjir pada peristiwa tersebut. Ia meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Hujan belum sampai satu jam, air sudah masuk ke rumah warga setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Kalau hujan lebih lama dan bersamaan dengan air laut pasang, tentu dampaknya akan lebih parah,” ujar Jusri, Senin (29/12), saat ditemui di kawasan Km 8 Tanjungpinang.
Jusri menyoroti kondisi drainase yang semakin menyempit dan dangkal akibat endapan lumpur. Hal tersebut, menurutnya, membuat aliran air tidak lancar dan menyebabkan genangan di lingkungan perumahan.
Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab utama penyempitan drainase tersebut.
“Atas nama warga, kami berharap Pemko Tanjungpinang menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab. Drainase harus segera dibenahi agar tidak terus menjadi sumber banjir dan keresahan masyarakat,” tegasnya.
Warga juga berharap instansi terkait segera melakukan normalisasi drainase, pengerukan endapan lumpur, serta mengevaluasi penyebab terjadinya penyempitan parit agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, sebagaimana disampaikan Jusri Sabri, menyebut bahwa persoalan penyempitan drainase di kawasan tersebut sudah terjadi sejak lama.
“Itu sudah lama. Coba lihat di sekitar Perumahan Ceruk, banyak bangunan ruko yang membuat drainasenya diperkecil,” ujar Jusri menirukan perkataan Wali Kota Tanjungpinang.
Lis Darmansyah juga menyampaikan bahwa potensi banjir di kawasan Griya Permata Kharisma sebelumnya sudah pernah diingatkan.
“Saya sudah menduga, cepat atau lambat kawasan Perumnas Griya Permata Kharisma akan kembali tergenang. Hal itu sudah saya sampaikan sekitar satu tahun lalu,” ungkapnya.
Warga berharap pernyataan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan demi mencegah banjir berulang serta menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat.(R.4z)






