Hubungan Serumpun Terusik, Huzrin Hood Sesalkan Perlakuan Kasar Imigrasi Kukup Malaysia terhadap Warga Kepri

Dokumentasi ini yang Dikirim ke Redaksi, Dato' H. Huzrin Hood Angkat Bicara Mengenai Perlakuan Tidak Menyenangkan yang Menimpa Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Pelabuhan Kukup, Johor Malaysia, Kamis (14/5)

Karimun – Tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, Dato’ H. Huzrin Hood, menyayangkan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami sejumlah Warga Negara Indonesia di pintu masuk Pelabuhan Kukup, Johor, Malaysia. Kejadian yang melibatkan oknum petugas imigrasi Malaysia itu dinilai mencederai hubungan baik masyarakat perbatasan.

Huzrin menjelaskan, warga Kepri yang datang ke Kukup telah melalui jalur resmi dan membawa dokumen perjalanan lengkap sesuai aturan keimigrasian internasional. Meski demikian, mereka justru mendapat penolakan dan intimidasi verbal tanpa alasan yang jelas.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyayangkan aksi tidak humanis ini. Mereka datang secara legal dan resmi, tetapi justru diperlakukan tanpa rasa hormat. Ingat, hubungan masyarakat Kepri dan Johor itu saudara satu rumpun yang wajib dijaga,” tegas Huzrin menyampaikan ke Redaksi Media ini, Kamis (14/5).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia, khususnya Kepri dan Johor, memiliki ikatan darah, sejarah, budaya, dan kekeluargaan yang kuat sejak zaman leluhur. Stabilitas hubungan kedua wilayah selama ini ditopang oleh kebudayaan Melayu serumpun.

Menurut Huzrin, mobilitas warga Kepri ke Johor sangat tinggi setiap hari untuk berbagai urusan penting. Banyak warga berobat ke rumah sakit di Johor, melakukan perdagangan lintas batas, mengunjungi keluarga, hingga kegiatan pendidikan dan sosial. Hubungan yang saling menguntungkan ini, katanya, seharusnya dijaga dengan pelayanan imigrasi yang profesional, ramah, dan beretika.

Huzrin menyatakan akan membawa persoalan ini ke jalur diplomasi yang lebih tinggi. Ia siap berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru agar keluhan warga perbatasan segera mendapat respons dari otoritas Malaysia.

“Masalah pelayanan di perbatasan ini harus menjadi perhatian bersama antarpemerintah. Kami akan langsung menjalin komunikasi tegas demi melindungi hak warga negara kita di luar negeri, sekaligus memastikan hubungan harmonis warga kedua negara tidak terganggu,” ujarnya.

Ia meminta pihak berwenang segera mengambil langkah preventif agar sentimen negatif tidak berkembang di masyarakat Kepri. Menurutnya, tindakan tidak profesional dari segelintir oknum tidak boleh merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin lama.

“Jangan sampai tindakan tidak profesional dari segelintir oknum petugas lapangan melukai perasaan masyarakat perbatasan yang sejatinya adalah saudara dekat. Mari kedepankan profesionalisme kedinasan dan lestarikan kembali semangat persaudaraan Melayu serumpun,” pungkas Huzrin.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *