Anambas – Keluhan warga Teluk Mabay soal pohon mangga tua berusia 50 tahun akhirnya tuntas. Pohon rawan tumbang di RT01/RW02, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan itu berhasil dipangkas melalui gotong royong warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (11/6/2026).
Pohon besar yang tumbuh di tepi gang masuk Teluk Mabay itu selama ini mencemaskan warga. Dahan dan batangnya sudah lapuk sehingga dikhawatirkan patah sewaktu-waktu, terutama saat angin kencang dan hujan deras melanda.
Kepala Desa Pesisir Timur, Sabli, membenarkan bahwa keluhan soal pohon mangga itu sudah beberapa kali disampaikan Ketua RT01/RW02 kepadanya.
“Sebab di awal RT01-RW02 telah beberapa kali memberitahukan ke saya,” ujarnya sambil berteduh di rumah warga karena hujan turun usai gotong royong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemdes Pesisir Timur lebih dulu bersurat resmi ke BPBD Anambas dan PLN Tarempa. Langkah itu diambil untuk memastikan keamanan jaringan listrik dan teknis pemotongan di lapangan.
“Pemerintah Desa terlebih dahulu menyurati pihak PLN Tarempa serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar mengecek situasi di lokasi pohon yang sudah puluhan tahun itu akan dilakukan penebangan,” tegas Sabli.
Respons dinas terkait terbilang cepat. BPBD Anambas menurunkan tim teknis bersama Kabid Pencegahan, sementara petugas PLN Tarempa juga turun ke lapangan untuk mengamankan kabel listrik yang berdekatan dengan pohon.
Sebelum eksekusi dimulai, tokoh masyarakat Teluk Mabay, Lang Idon, mengajak warga berdoa bersama.
“Alhamdulillah warga kita masih kompak. Sebelum memulai pemotongan pohon ini, ada baiknya kita memanjatkan doa agar dijauhkan dari bala dan musibah. Kalau sudah sepakat, maka pohon mangga ini kita pangkas semuanya, kita serahkan ke tim BPBD untuk melakukan pemotongan pohon mangga ini yang bisa membahayakan warga,” kata Lang Idon sambil menyiramkan sedikit air ke pohon mangga tersebut.
Kegiatan pemotongan berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB. Kades Sabli turun langsung memantau kegiatan sejak pagi. Warga bahu-membahu membantu tim BPBD. Ada yang memegang tali, memotong dahan kecil dengan parang, hingga mengatur lalu lintas warga yang melintas.
Tokoh pemuda Tengku Azhar turut ambil bagian dalam kegiatan.
“Kami yang muda-muda siap bantu. Yang penting kampung aman, warga selamat. Capek nggak apa-apa asal bermanfaat,” katanya dengan semangat.
Usai pemotongan, Kades Sabli menyampaikan apresiasi atas respons cepat dinas dan kekompakan warganya.
“Saya atas nama Kepala Desa Pesisir Timur, tentunya mengucapkan terima kasih kepada Kabid Pencegahan bersama tim BPBD yang telah membantu masyarakat kami dalam melaksanakan kegiatan pemotongan pohon besar yang mengkhawatirkan warga Teluk Mabay,” kata Sabli di lokasi.
“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Kabid Penindakan BPBD bersama timnya. Memang pohon mangga besar ini sangat mengkhawatirkan betul terhadap masyarakat saya,” ucapnya.
Ketua RT01/RW02, Iwan, memastikan gotong royong lanjutan akan digelar Jumat (12/6) untuk membersihkan sisa dahan.
“Besok kita lanjut lagi jam 8 pagi. Biar gang kita benar-benar bersih dan aman,” kata Iwan.
Kades Sabli menambahkan, meski batang utama sudah tumbang, pembersihan sisa dahan oleh tim BPBD akan dilanjutkan besok.(R.4z)






