Ketua DPC HNSI Anambas Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM untuk Nelayan

Ketua DPC HNSI Anambas, Agustar Berikan Apresiasi Kepada Presiden Prabowo Subianto Atas Kebijakan Penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bagi Nelayan, Selasa (13/7) di Tarempa Kepulauan Anambas

ANAMBAS – Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri atas kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas melaut dan perekonomian nelayan di wilayah perbatasan.

Pernyataan itu disampaikan Agustar saat ditemui di Kantor DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (14/7/2026).

Bacaan Lainnya

Agustar mengatakan, biaya bahan bakar selama ini menjadi komponen terbesar dalam operasional penangkapan ikan. Karena itu, penurunan harga BBM dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran nelayan sehingga pendapatan yang diperoleh dari hasil tangkapan dapat meningkat.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo beserta para menteri terkait. Kebijakan penurunan harga BBM ini sangat membantu nelayan. Dengan biaya operasional yang lebih ringan, hasil tangkapan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga nelayan,” ujarnya.»

Ia berharap kebijakan yang berpihak kepada nelayan dapat terus dilanjutkan, termasuk peningkatan kemudahan akses BBM bagi nelayan di daerah kepulauan dan perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selain itu, HNSI Anambas menyatakan siap mendukung pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan yang berhak menerimanya.

“Kami berharap pemerintah terus hadir mendengar aspirasi nelayan. Program-program yang berpihak kepada masyarakat pesisir akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat sektor perikanan nasional,” kata Agustar.»

DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat ribuan nelayan di wilayah tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan tangkap. Dengan menurunnya biaya operasional melalui kebijakan harga BBM, diharapkan produktivitas nelayan meningkat, pasokan ikan tetap terjaga, dan kesejahteraan masyarakat pesisir semakin baik.

Kebijakan penyesuaian harga BBM bagi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan daerah perbatasan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *