Jaga Gerbang Laut NKRI, Aneng Sambut Kanwil Imigrasi di Pelabuhan Sri Siantan 

Tampak Bupati Kepulauan Anambas, Aneng Memakai Baju Panjang Putih Bersama Forkompinda Menyambut Kanwil Imigrasi di Pelabuhan Sri Siantan dengan Acara Adat Melayu Oleh LAM Anambas, Rabu (20/5)

Anambas – Posisi strategis Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai beranda depan Indonesia di Laut Natuna kembali jadi perhatian. Rabu, (20/5/2026), Bupati Aneng bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menyambut langsung kedatangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan beserta rombongan di Pelabuhan Sri Siantan.

Penyambutan berlangsung khidmat. Ketua Lembaga Adat Melayu mengalungkan bunga sebagai tanda penghormatan. Barisan jajar kehormatan dari TNI, Polri, dan Pemda berdiri tegap mengiringi rombongan.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kerja ini bukan seremonial belaka. Kanwil Imigrasi datang untuk meninjau langsung layanan keimigrasian sekaligus memperkuat koordinasi pengawasan di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Kehadiran Kanwil Imigrasi sangat penting untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan optimal, sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan laut Anambas,” ucap Bupati Aneng saat memberikan sambutan di Pelabuhan Sri Siantan Tarempa.

Sebagai kabupaten kepulauan di garis terdepan NKRI, Anambas punya tantangan khusus. Arus keluar-masuk orang asing, potensi pelanggaran keimigrasian, hingga keamanan laut jadi isu harian. Karena itu, sinergi mutlak diperlukan.

Komitmen itu ditegaskan Forkopimda yang hadir lengkap: Kapolres Kepulauan Anambas, Danlanal Tarempa, Danramil, hingga Kajari Anambas. Seluruh unsur menyatakan siap bersinergi mendukung tugas imigrasi, mulai dari pengawasan orang asing, penegakan hukum, sampai pelayanan masyarakat.

Kepala Kanwil Imigrasi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemda dan Forkopimda.

“Kami ingin dengar langsung kondisi lapangan. Pastikan sarana prasarana imigrasi di Anambas sesuai standar pelayanan,” ujarnya.

Pemkab Anambas sendiri terus mendorong penguatan dua sisi: pelayanan publik yang cepat dan pengawasan perbatasan yang ketat. Sebab menjaga Anambas berarti menjaga gerbang laut Indonesia.(R.4z)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *