Anambas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas bersama tim gabungan dari pemerintah desa dan PLN melakukan penebangan pohon mangga tua berukuran besar di kawasan Teluk Mabay, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan provinsi maupun masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.
Pohon mangga yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun itu dinilai memiliki risiko tinggi apabila tumbang akibat faktor usia maupun cuaca ekstrem. Karena berada di tepi jalan yang setiap hari dilalui kendaraan dan warga, BPBD memandang perlu dilakukan tindakan cepat guna menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Noverman, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan pohon berbahaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, seluruh personel yang tergabung dalam kegiatan itu bekerja sebagai satu kesatuan tim tanpa membedakan asal instansi masing-masing. Baik BPBD, pemerintah desa maupun PLN memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman demi kepentingan masyarakat.
“Dalam kegiatan ini kita mengutamakan kebersamaan. Tidak ada perbedaan antara BPBD, pemerintah desa maupun PLN. Semua membaur menjadi satu tim yang solid dalam melaksanakan tugas bersama untuk mengurangi risiko bahaya bagi masyarakat,” ujar Noverman.
Ia menjelaskan, proses penebangan hingga saat ini telah mencapai sekitar 70 persen dan berjalan sesuai rencana. Sementara sisa pekerjaan sekitar 30 persen lagi akan diselesaikan secara bertahap dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Noverman bersyukur pelaksanaan kegiatan sejauh ini berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat dituntaskan dengan aman serta menjadi sarana mempererat komunikasi dan kerja sama antaranggota tim hingga akhir pelaksanaan kegiatan.
Di balik kelancaran pekerjaan tersebut, Noverman mengakui BPBD masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas keselamatan kerja yang idealnya digunakan dalam penanganan pohon berisiko tinggi. Menurutnya, perlengkapan seperti helm pengaman dan body harness sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat proses pemotongan dan penebangan berlangsung.
“Seharusnya seluruh petugas menggunakan helm pengaman dan body harness saat melakukan penebangan. Karena ada kemungkinan kayu yang dipotong memantul atau bergerak di luar perkiraan, sehingga membutuhkan perlindungan yang benar-benar memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat BPBD dan tim gabungan dalam menjalankan tugas. Ia menambahkan, pekerjaan di Teluk Mabay relatif lebih mudah dibandingkan penanganan pohon berbahaya di Batu Tambun yang sebelumnya berada tepat di atas rumah warga dan memiliki tingkat risiko yang jauh lebih tinggi.(R.4z)






