Jumaga Bantah Penelantaran: Ria Ukur Disebut Bohong dan Bikin Kacau Pesparawi

Ketua Kontingen Pesparawi Kepri, Jumaga Nadeak Bantah Tudingan Ria Ukur Perusak Suasana Pada Insiden Penelantaran Kontingen di Jakarta, Rabu (01/7)

Tanjungpinang – Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumaga Nadeak menuding Ketua LPPD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang berbohong, Rabu (01/7/2026).

Tudingan yang dilontarkan Jumaga tersebut buntut dari pernyataan Ria yang menyatakan bahwa kontingen Pesparawi Kepri ditelantarkan pihak panitia di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta ketika hendak menuju Manokwari, Papua Barat untuk mengikuti ajang Pesparawi nasional XIV.

Bacaan Lainnya

“Itu yang bikin rusak suasana karena tidak ada komando dari kita. Itu juga yang bikin marah pak gubernur. Jadi bohong itu,” kata Jumaga kesal ketika dihubungi melalui sambungan telfon belum lama ini.

Jumaga mengatakan berdasarkan keterangan pihak travel, rombongan kontingen Pesparawi Kepri tidak ditelantarkan sebagaimana yang disampaikan Ria Ukur itu. Pihak travel mengaku telah memberikan fasilitas penginapan, kendaraan dan uang makan selama di Jakarta.

“Pernyataan orang travel pada konferensi pers kemarin mereka tidak diterlantarkan, mereka dimanusiawikan sebagaimana mestinya, dikasih bus, di kasih penginapan 14 kamar dan dikasih uang makan. Bukti transfernya ada,” ucap Jumaga.

Menurut Jumaga dirinya sempat melarang Ketua LPPD Kota Tanjungpinang beserta kontingen untuk berangkat ke Jakarta tanpa komando darinya. Apalagi keberangkatannya memakai metode transit, dari Batam – Jakarta – Manokwari.

“Jadi manusia jangan kurang ajarlah. Saya sudah bilang kalau berangkat sepotong-potong gitu janganlah, kecuali ada tiket pulang pergi Batam – Manokwari Tapi tetap dipaksakan tiket ke Jakarta,” kata Jumaga.

Dari pengakuan pihak travel Jumaga mengetahui bahwa disana Ria Ukur sempat memaksa pihak travel untuk membelikan tiket dari Jakarta ke Manokwari.

“Ada dari sorong ke Manokwari tapi mereka tidak mau. Akhirnya mereka dipulangkan ke Tanjungpinang namun dengan ancaman-ancaman katanya,” papar Jumaga menyampaikan ulang pernyataan pihak travel pada konferensi pers beberapa waktu lalu.

Jumaga dalam hal ini merasa tertipu dengan pihak travel PT Risky Evanti Bersahaja. Dimana atas insiden ini Jumaga telah melaporkan pihak-pihak terkait ke polisi.

“Ini musibah, kita kecolongan, tertipu kita sama orang travel. Kota sudah bayar lunas kode boxing -nya gak muncul-muncul. Kota kecolongan,” ucap Jumaga.

Untuk diketahui Ketua LPPD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak panitia Pesparawi Kepri atas penelantaran yang dilakukan terhadap rombongan kontingen yang akan mengikuti ajang Pesparawi nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Setibanya dari Jakarta tepatnya di Bandara RHF Tanjungpinang, Ria dan 27 orang kontingen yang terdiri dari kelompok Padua Suara Wanita (PSW) Kota Tanjungpinang mengatakan bahwa telah ditelantarkan dan diberi tiket bodong oleh panitia Pesparawi Kepri.(R.46)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *