KDH dan WKDH Anambas Diminta Turun Lihat Rakyatnya yang Kekurangan Air Bersih

Gambar Ini Hanya Ilustrasi dalam Bentuk Karikatur, Warga Meminta Agar Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas Turun Lihat Rakyatnya yang Kekurangan Air Bersih, Sabtu (8/8)

Anambas – Jeritan warga Teluk Mabay, RT 001/RW 002, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas kembali terdengar. Sudah hampir dua pekan, masyarakat di wilayah pesisir itu harus bergulat dengan kekeringan air bersih, Sabtu (8/8/2026).

Kran-kran rumah yang biasanya mengalirkan air dari pipa warga kini mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengangkut air dari rumah tetangga yang masih memiliki cadangan.

Bacaan Lainnya

Tengku Azhar, warga setempat, mengaku sudah seminggu lebih air tidak mengalir ke rumahnya di Teluk Mabay. Ia bahkan mengaku telah menyampaikan keluhan ini kepada Bupati dan Wakil Bupati Anambas.

“Sudah seminggu, air tidak lagi mengalir di tempat kami Teluk Mabay. Saya bahkan sudah melaporkan hal ini kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, namun hingga saat ini belum ada respon yang serius dan betul-betul ditanggapi,” ungkap Tengku.

Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan. Air adalah sumber kehidupan yang dijamin oleh negara dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Air adalah sumber kehidupan yang paling utama. Negara dalam hal ini Pemerintah Daerah harus menjamin rakyatnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Ini bukan soal mewah, ini soal hak dasar kami,” tegasnya.

Dengan nada lirih, Tengku mempertanyakan sampai kapan persoalan mendasar seperti ini bisa diselesaikan.

“Sampai kapan permasalahan rakyat bisa diatasi oleh pemerintah daerah kita? Jika Pemda hadir, permasalahan kekurangan air yang dirasakan warga Teluk Mabay sangat mudah bisa diatasi. Tapi hari ini kami belum melihat duka rakyat direspon untuk mengatasi permasalahan yang sederhana ini,” tuturnya.

Warga tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap ada kepastian bahwa suara mereka didengar oleh Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) Anambas.

“Kami tahu Bapak KDH dan Ibu WKDH punya banyak urusan. Tapi kami juga bagian dari rakyat Anambas yang ingin hidup layak. Kalau air saja sulit, bagaimana kami bisa sehat, bagaimana anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ucapnya.

Di tengah keterbatasan, harapan warga hanya satu, kehadiran pemimpin di tengah mereka. Bukan hanya saat kampanye atau acara seremonial, tetapi saat rakyat benar-benar membutuhkan.

“Turunlah Pak KDH dan WKDH. Lihat kami. Duduk bersama kami. Kami percaya, dengan hati dan tangan pemerintah, masalah sederhana ini pasti ada solusinya. Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan nyata,” pungkas Tengku.

Hingga berita ini diturunkan, warga Teluk Mabay masih menanti langkah konkret dari Pemerintah Daerah. Karena bagi mereka, air bukan hanya kebutuhan, air adalah hak dan martabat yang harus dipenuhi negara.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *