Ketua Dekranasda Anambas Tampil Menawan dengan Batik Bahari di Dekrafest 2026

Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas, Ibu Ny. Sinta Aneng Kembali Mencuri Perhatikan di Panggung Dekrafest 2026 Provinsi Kepri, Minggu (20/9)

Anambas – Pesona Kepulauan Anambas kembali mencuri perhatian di panggung Dekrafest 2026 Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, tampil menawan dalam balutan Batik Tulis “Pesona Bahari Anambas” pada sesi fashion show, Minggu (20/9/2026).

Bacaan Lainnya

Bukan sekadar busana, penampilan tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan wastra khas Anambas dan karya pengrajin lokal ke khalayak yang lebih luas.

Batik “Pesona Bahari Anambas” adalah karya dari Batik Mangrove Genting Pulur dengan desainer Inan Efendi. Karya ini terinspirasi dari kekayaan alam Anambas, yakni mangrove, ikan, dan terumbu karang.

Motif ikan yang berenang di antara karang menggambarkan harmoni kehidupan laut sekaligus kedekatan masyarakat Anambas dengan alamnya.

Perpaduan warna biru dan peach menjadi karakter utama. Biru merepresentasikan luas dan tenangnya lautan Anambas, sementara peach melambangkan kehangatan, keramahan, dan optimisme masyarakat pesisir, seperti cahaya matahari yang menyinari terumbu karang. Desainnya dibuat modern, ringan, dan kasual, sehingga dapat dikenakan di berbagai suasana tanpa kehilangan identitas budaya.

Ketua Dekranasda Anambas, Ny. Sinta Aneng menegaskan bahwa wastra daerah bukan hanya soal fashion, melainkan identitas dan penggerak ekonomi kreatif.

“Wastra daerah bukan sekadar busana, tetapi merupakan bagian dari identitas dan cerita sebuah daerah. Melalui Batik Pesona Bahari Anambas, kita ingin memperkenalkan keindahan Anambas sekaligus mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar semakin percaya diri mengembangkan karya lokal. Harapannya, Batik Anambas bisa naik kelas,” ujar Ny. Sinta Aneng.

Keikutsertaan Anambas dalam Dekrafest 2026 yang diikuti Kabupaten/Kota se-Kepri, yakni Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas, menjadi ruang strategis untuk membuka peluang kolaborasi dan pasar yang lebih luas bagi pengrajin dan pelaku UMKM Anambas.

“Dari mangrove hingga terumbu karang, dari birunya laut hingga hangatnya warna peach, setiap goresan bercerita tentang Anambas, tentang alam, budaya, dan masyarakat yang hidup dalam harmoni.”

Melalui karya ini, Anambas membuktikan bahwa kekayaan bahari tidak hanya dapat dinikmati lewat alamnya, tetapi juga hadir sebagai karya kreatif dan identitas budaya yang berkelas.(R.4z)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *