Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi emas yang bebas stunting melalui kegiatan Rembug Stunting bertema “Strategi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting”. Kegiatan ini digelar di ruang rapat lantai II Kantor Bupati, Pasir Peti, Rabu (25/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Anambas, Aneng, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Kepulauan Anambas menunjukkan tren penurunan, dari 3,90 persen pada 2024 menjadi 3,79 persen pada 2025. Meski angka tersebut jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen, Bupati Aneng mengingatkan agar semua pihak tidak berpuas diri.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Kepulauan Anambas melanjutkan inovasi GASING (Gerakan Anambas Sehat dan Bebas Stunting). Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, hingga dukungan CSR perusahaan.
“Keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat dipengaruhi sektor non-kesehatan dengan kontribusi mencapai 70 persen. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama,” ujar Aneng.
Ia juga menginstruksikan para camat agar memastikan pemerintah desa dan kelurahan mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Terdapat lima layanan dasar yang wajib difasilitasi, yaitu layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, akses sanitasi dan air bersih, serta layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Selain penguatan layanan dasar, Bupati Aneng menekankan pentingnya inovasi di desa-desa dengan angka stunting yang masih tinggi, serta memastikan kegiatan pengukuran dan penimbangan balita di Posyandu berjalan rutin dan optimal.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan atas kolaborasi dalam menekan angka stunting. Secara khusus, penghargaan diberikan kepada sembilan desa di Kepulauan Anambas yang telah mencapai status Zero Stunting.
“Sembilan desa ini menjadi bukti komitmen bersama. Saya berharap desa-desa lain terus berinovasi hingga seluruh wilayah Anambas benar-benar bebas dari stunting,” tutupnya.
Melalui momentum Pra Musrenbang Tematik (Rembug Stunting) ini, pemerintah daerah berharap lahir program-program preventif dan promotif yang mampu meningkatkan edukasi bagi ibu hamil dalam menerapkan pola hidup sehat, demi menjamin tumbuh kembang anak-anak Anambas yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(Red)






