BUMDes Pesisir Timur Laporkan Pertanggungjawaban Dana Ketahanan Pangan 2025, Unit Ayam Petelur Mulai Produksi

Pemerintah Desa (Pemdes) Pesisir Timur, Rapat Pertanggungjawaban Dana Desa Tutup Buku Tahun 2025 yang Digunakan BumDes Sejahtera di Desa Pesisir Timur, Rabu (4/3)

Anambas– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menggelar rapat pertanggungjawaban laporan akhir tahun anggaran 2025, Rabu (4/3/2026) pagi. Rapat tersebut membahas realisasi penggunaan Dana Desa, khususnya alokasi program ketahanan pangan yang telah dijalankan selama beberapa bulan terakhir.

Direktur BUMDes Pesisir Timur, Muslim dalam wawancara bersama Media Centraliputanesia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 pihaknya menerima alokasi dana ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Dana Desa (DD), dengan nilai sekitar Rp139 juta. Dana tersebut difokuskan untuk pengembangan unit usaha ayam petelur sebagai upaya memperkuat ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian desa.

Bacaan Lainnya

“Program ini merupakan bagian dari agenda pertanggungjawaban laporan akhir tahun. Dana yang diterima kami gunakan untuk membangun unit usaha ayam petelur yang saat ini sudah mulai berproduksi,” ujar Mus (Panggilan-Red) Media ini.

Pembangunan kandang dan pembersihan lahan mulai dilaksanakan sekitar lima bulan lalu, tepatnya sekitar Juni 2025, setelah dana ditransfer ke rekening desa. Proses awal difokuskan pada pembangunan kandang, penyediaan sarana pendukung, serta persiapan lahan sebelum bibit ayam didatangkan.

Pada tahap awal, BUMDes memasukkan sebanyak 400 bibit ayam petelur (DOC) yang ditempatkan dalam empat kandang. Namun dalam perjalanannya, terdapat sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan keterbatasan pasokan listrik yang sempat memengaruhi pertumbuhan ayam.

“Dari 400 ekor bibit yang masuk, saat ini tersisa 331 ekor. Alhamdulillah yang sudah memasuki masa subproduksi dan produksi sekitar 300 ekor,” jelasnya.

Saat ini, produksi telur telah mencapai sekitar 50 persen. Dari total ayam yang sudah produktif, rata-rata menghasilkan sekitar 150 butir telur per hari. Produksi tersebut masih akan terus meningkat seiring bertambahnya usia ayam dan optimalisasi perawatan.

Direktur BUMDes menambahkan, masa pemeliharaan ayam kini memasuki minggu ke-20 atau berjalan empat hingga lima bulan sejak awal pemeliharaan. Ia optimistis dalam waktu ke depan tingkat produksi akan semakin stabil dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Desa Pesisir Timur.

Melalui rapat pertanggungjawaban ini, pengurus BUMDes berharap masyarakat dapat mengetahui secara transparan penggunaan Dana Desa tahun 2025 serta perkembangan unit usaha yang telah dijalankan. Program ayam petelur tersebut diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan desa dalam memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.(R.4z)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *