6 Siswa Masih Dirawat di RSUD Palmatak, DPRD Anambas Tunggu Hasil Lab Dugaan Keracunan

Ketua Komisi I DPRD Anambas, Ibu Haja Tety Tiba Dilokasi Menyusuri Ruang Rawat di RSUD Palmatak, Sabtu (18/4)

Anambas – Lorong RSUD Palmatak mendadak tegang. Satu per satu anak usia SD hingga SMP dilarikan ke ruang perawatan dengan keluhan mual dan lemas. Dugaan sementara: keracunan makanan.

Di tengah kepanikan orang tua, Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Anambas, Ibu Hajja Tety, tiba di lokasi. Ia menyusuri ruang rawat, memastikan penanganan para korban berjalan maksimal.

Bacaan Lainnya

Saat kunjungan itu, enam anak masih terbaring di ranjang RSUD. Informasi yang dihimpun, jumlah korban sempat menyentuh sembilan orang, namun sebagian sudah diizinkan pulang karena kondisi membaik.

“Alhamdulillah, kondisi anak-anak sudah mulai membaik,” ujar Hajja Tety.

Ia mengapresiasi tim dokter dan tenaga kesehatan RSUD Palmatak yang sigap memberi pertolongan pertama.

Meski kabar membaik melegakan, penyebab pasti kejadian belum dikantongi. Dugaan awal mengarah ke makanan dari salah satu program penyediaan konsumsi di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah. Namun semua pihak diminta menahan diri.

“Kita tunggu hasilnya. Jangan sampai berspekulasi,” tegas Hajha Tety.

Kepastian, kata dia, hanya bisa didapat setelah uji laboratorium keluar.

DPRD tak mau kecolongan. Sebagai fungsi pengawasan, Komisi I akan menggelar rapat internal dan berkoordinasi dengan Pemda serta aparat penegak hukum. Pemanggilan pihak terkait juga disiapkan jika hasil lab sudah ada.

“Kalau sudah ada hasil, baru kita duduk bersama eksekutif dan pihak terkait untuk menentukan langkah,” ujarnya.

Ke depan, Hajja Tety memastikan pengawasan pangan anak diperketat. Ia menekankan peran ahli gizi dan standar penyajian sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” katanya.

DPRD berencana lebih aktif turun lapangan, termasuk sidak gabungan bersama dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Bagi warga Anambas, kasus ini jadi pengingat keras: keamanan pangan anak bukan hal sepele.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *