Bintan – Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui perbaikan gizi, tetapi juga memerlukan lingkungan yang sehat dan sanitasi yang layak. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang melaksanakan program “Pencegahan Stunting Melalui Pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau” dengan menghadirkan inovasi septic tank PVC biofilter yang dirancang khusus untuk rumah panggung di kawasan pesisir, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini diketuai oleh Hevi Horiza, M.Si, bersama tim dosen Program Studi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program memperoleh dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Kelurahan Kijang Kota, Puskesmas Kijang, serta masyarakat RT 02 RW 14 Desa Tekojo, Kelurahan Kijang Kota, Kabupaten Bintan sebagai mitra sasaran kegiatan.
Fabrikasi dan Pemasangan Sesuai Karakteristik Pesisir
Sebelum pembangunan jamban sehat dilaksanakan, tim pengabdi terlebih dahulu melakukan proses fabrikasi septic tank PVC biofilter pada tanggal 19-20 Mei 2026. Perakitan dilakukan secara mandiri oleh tim pengabdi bersama tim teknis dan mahasiswa menggunakan material pipa PVC berdiameter besar serta media biofilter yang telah dirancang sesuai hasil inovasi teknologi tim.
Kegiatan ini bertujuan menghasilkan unit septic tank yang ringan, mudah dipasang, tahan terhadap kondisi pasang surut, dan sesuai diterapkan pada rumah panggung di kawasan rawa bakau.
Selanjutnya, pada 21-26 Mei 2026, septic tank PVC biofilter tersebut dipasang sebagai bagian dari pembangunan jamban sehat di RT 02 RW 14 Desa Tekojo. Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan pendampingan tim teknis. Sistem yang dibangun berhasil menghubungkan tiga rumah masyarakat dalam satu jaringan pengolahan limbah domestik, sehingga limbah tidak lagi dibuang langsung ke lingkungan rawa bakau.
Menurut Ketua Tim PKM, Hevi Horiza, M.Si., inovasi ini merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna yang dikembangkan untuk menjawab tantangan sanitasi di wilayah pesisir.
“Sebagian besar masyarakat yang tinggal di rumah panggung mengalami kendala membangun septic tank konvensional karena kondisi lahan yang berada di atas rawa bakau. Melalui inovasi septic tank PVC biofilter ini, kami berharap masyarakat memiliki alternatif teknologi yang lebih mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan mampu mendukung upaya pencegahan stunting melalui perbaikan sanitasi,” ungkap Hevi.
Edukasi, Dukungan Lintas Sektor, dan Evaluasi
Sebagai tindak lanjut pembangunan jamban sehat, Tim PKM menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada masyarakat pada 4 Juni 2026 yang bertempat di rumah Ketua RT setempat. Kegiatan dihadiri oleh 30 orang masyarakat dan didampingi oleh tenaga sanitasi Puskesmas Kijang.
Edukasi difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hubungan sanitasi dengan stunting, bahaya praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), pentingnya penggunaan jamban sehat, serta cara pemeliharaan septic tank PVC biofilter agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Lurah Kijang Kota menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sanitasi di wilayah pesisir. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan serta mendukung pencapaian desa yang bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan.
Dukungan juga diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan yang menyambut baik inovasi teknologi septic tank PVC biofilter sebagai salah satu alternatif solusi sanitasi bagi masyarakat pesisir. Program ini dinilai selaras dengan implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 1 dan diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi pada wilayah pesisir lainnya di Kabupaten Bintan.
Selama kegiatan edukasi berlangsung, peserta mengikuti penyuluhan secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi penggunaan jamban sehat. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim juga melaksanakan pre-test dan post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi dan pencegahan stunting. Selain itu, dilakukan evaluasi penggunaan jamban sehat yang telah dibangun untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima manfaat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan. Banyak peserta menyampaikan bahwa mereka baru memahami keterkaitan antara sanitasi yang buruk, penyakit infeksi, dan risiko stunting pada anak. Kehadiran jamban sehat yang telah terpasang memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Harapan Replikasi di Wilayah Pesisir Lain
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang berharap inovasi septic tank PVC biofilter dapat menjadi model teknologi tepat guna yang mudah direplikasi pada kawasan pesisir lainnya. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang sehat, menghentikan praktik Buang Air Besar Sembarangan, serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bintan.(Red)






